2007/08/17

Gandhi


Mohandas Karamchand Gandhi, juga dipanggil Mahatma ("Jiwa Agung") Gandhi adalah pemimpin spiritual dan politikus dari India. Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni dari Britania Raya. Penduduk di koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri. Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam gerakan kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan dalam perjuangan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.
Gandhi lahir 2 Oktober 1869, di negara bagian Gujarat India.
Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan. sebuah koloni Inggris, dimana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Kemudian dia memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.
Ketika kembali ke India, dia membantu proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris. Hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah kemaharajaan Britania unutk kemudian membentuk Persemakmuran.
Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia mempunyai pemikiran-pemikiran dari agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.
Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.
Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Marthin Luther King ,Jr dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sederhana, yang berdasarkan Hindu tradisional: Kebenaran (satya), dan non kekerasan (ahimsa).
Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh oleh seorang lelaki Hindu "ekstremis" yang marah, karena Gandhi terlalu memihak Muslim.
Gandhi tidak pernah menerima penghargaan perdamaian nobel, meski dinominasikan lima kali antara 1937 dan 1948. Beberap dekade kemudian hal ini secara umum disesali oleh pihak Komite Nobel. Ketika Dalai Lama dianugerahi penghargaan Nobel pada 1989, ketua umum Komite mengatakan bahwa ini merupakan "sebuah bentuk mengenang Mahatma Gandhi".
"Mereka yang berjiwa lemah tak akan memberi seuntai maaf tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh".

2007/08/03

Panggilan Hidup Agnes Gonxhe Bojaxhiu


Nama Baptisnya Agnes Gonxhe, yang berarti kuncup bunga, lahir di Skopje, Albania, 26 Agustus 1910. Kehidupan keluarganya sangat bahagia. Ayahnya seorang yang memiliki semangat hidup yang besar dan aktif di bidang politik; ibunya bijaksana dan berkepribadian kuat, agak keras dan berdisiplin, tetapi sangat baik hati. Mereka adalah keluarga Katolik yang saleh dan rajin mengikuti misa pagi.
Keluarga yang sangat bahagia itu kehilangan segala-galanya, kecuali rumah kediaman mereka, ketika sang ayah meninggal dunia. Agnes baru berusia 9 tahun waktu itu. Prestasi Agnes di sekolah menengah sangat menonjol. Dia menunjukkan bakat yang besar di bidang tulis menulis. Namun pada usia 18 tahun ia memutuskan untuk menjadi biarawati. Berbagai kesulitan dihadapinya dengan tabah untuk mencapai cita-citanya. Ibunya adalah pendukung setia. Ia berhasil menjadi biarawati Ordo Loreto.
Tanggal 23 Mei 1929, Agnes menjadi novis dan mengganti namanya menjadi Teresa. tanggal 24 Mei 1931, ia mengucapkan kaulnya yang pertama untuk menjalaini kehidupan miskin, murni, dan taat. dan 14 Mei 1937, Suster Teresa mengucapkan kaulnya, untuk seumur hidup. Mulai saat itu ia sepenuhnya menjadi biarawati. Ia diangkat menjadi kepala sekolah di St. Mary's School.
Menjadi biarawati ternyata bukanlah panggilannya yang terakhir. Dalam sebuah perjalanan ke Darjeeling untuk merenung dan berdoa, 10 September 1946, tanpa mengalami khusus secara luar biasa, ia menjadi benar-benar yakin bahwa Tuhan menghendaki agar ia melakukan sesuatu yang baru, sesuatu yang dirasakannya amat penting. Dan ini merupakan pemikiran yang amat mengejutkan. Bagaimana tidak. Saat itu usianya hampir 40 tahun, seorang kepala sekolah yang terpandang, kini berkeyakinan bahwa Tuhan menghendaki agar ia bukan saja melepaskan kedudukannya sebgai kepala sekolah, tetapi meninggalkan sekolah, meninggalkan ordonya, meninggalkan tembok-tembok biara yang melindungi. Ia berkeyakinan bahwa Tuhan menghendaki ia turun ke jalan-jalan kota Calcutta, hidup dan bekerja di tengah-tengah kaum termiskin, di kawasan kumuh yang terletak di luar tembok biara.
Tak terbilang kesulitan-kesulitan yang dihadapi Ibu Teresa dalam upaya memenuhi panggilan hidupnya. Namun pendiri Kongregasi Misi Cinta Kasih selalu merasa bhaagia melakukan pekerjaannya. Melayani orang-orang termiskin, oarang sakit yang sekarat, mencari makanan untuk anak-anak kurus kering yang nyaris mati, adlaah perkerjaan sehari-hari. Dan semua itu antara lain membuat Ibu Teresa terpilih mendapatkan Hadiah Nobel untuk Perdamaian di Norwegia, Des 1979. Ia menerimanya dengan rasa terima kasih atas nama kaum misikin. dan jamuan makan resmi dalam rangka pemberian hadiah itu dibatalkan atas permintaan Ibu Teresa, agar anggaran untuk itu dapat dipergunakan untuk membelikan makanan bagi 15.000 orang miskin.
Ibu Teresa telah membuat perbedaan besar. Namun dengan rendah hati ia mengatakan apa yang dilakukannya itu "ibarat menjatuhkan setetes air ke lautan luas", bagi dia. Tetapi bagi kita "Laut seolah-olah tidak pernah berubah", tetapi sesungguhnya lautan itu tidak pernah lagi sama dengan sebelumnya.
(Andrias Harefa)