2007/03/22

Courage


Dua biji tanaman tergeletak bersisian dalam tanah musim semi yang subur.

Biji pertama berkata, “Aku ingin tumbuh! Aku ingin menghujamkan akar-akarku dalam-dalam ke tanah di bawahku, dan memasukan kecambah-kecambahku untuk menembus lapisan tanah di atasku. Aku ingin menebarkan kuncup-kuncupku yang lembut laksana panji-panji yang mengumumkan datangnya musim semi……. Aku ingin menikmati kehangatan mentari di wajahku serta berkah embun fajar di atas kuntum-kuntum bungaku!”

Dan ia pun tumbuh.

Biji kedua berkata, “Aku takut, kalau aku mengarahan akar-akarku ke tanah ke bawah sana, aku tidak tahu apa yang akan kuhadapi di dalam kegelapan. Bila aku mencari jalan melalui tanah yang keras di atas sana, boleh jadi aku akan merusakan kecambah-kecambahku yang mulus…… bagaimana pula kalau aku membiarkan pucuk-pucukku terbuka dan seekor bekecot mancoba melahapnya ? Dan bila aku memekarkan kembang-kembangku seorang anak kecil mungkin merenggutku dari tanah. Tidak, lebih baik bagiku untuk menanti sampai keadaan menjadi aman.”

Dan iapun menunggu.

Seekor babon yang mengais-ngais mencari makanan di atas permukaan tanah musim semi akhirnya menemukan biji yang tengah menunggu itu, dan secepat kilat menelannya.

Mereka yang menolak untuk menempuh resiko dan berkembang akan ditelan oleh kehidupan

No comments: